Studi Kelayakan Pembangunan Rumah Sakit


Studi Kelayakan (Feasibility Study) adalah Hasil Analisis dan Penjelasan Kelayakan dari segala aspek yang akan mendasari pendirian atau pengembangan suatu Rumah Sakit, terkait dengan penentuan Rencana Kerja Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit yang baru akan dilakukan maupun lanjutan dari yang sudah ada dalam melakukan rencana pengembangan atau peningkatan kelas dari suatu Rumah Sakit (Depkes, 2012).

Dalam tata aturan Permenkes No 56 Tahun 2014 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit sebagai dasar Dinas Kesehatan Kab/Kota memberikan izin operasional kelas C dan D Pasal 67 Ayat 1 “ Pemilik atau pengelola yang akan mendirikan Rumah Sakit mengajukan permohonan Izin mendirikan kepada pemberi izi sesuai dengan klasifikasi Rumah Sakit yang akan didirikan, melampirkan b. Studi Kelayakan. Pada Ayat 2 disebutkan kaidah penyusunan studi kelayakan.

 

  1. kajian kebutuhan pelayanan Rumah Sakit yang meliputi:
    1. kajian demografi yang mempertimbangkan luas wilayah dan kepadatan penduduk serta karakteristik penduduk yang terdiri dari umur, jenis kelamin, dan status perkawinan;
    2. kajian sosio-ekonomi yang mempertimbangkan kultur/kebudayaan, tingkat pendidikan, angkatan kerja, lapangan pekerjaan, pendapatan domestik rata-rata bruto;
    3. kajian morbiditas dan mortalitas, yang mempertimbangkan sekurang-kurangnya sepuluh penyakit utama, angka kematian (GDR, NDR), dan angka persalinan;
    4. kajian kebijakan dan regulasi, yang mempertimbangkan kebijakan dan regulasi pengembangan wilayah pembangunan sektor nonkesehatan, kesehatan, dan perumah sakitan.
    5. kajian aspek internal Rumah Sakit merupakan rancangan sistem-sistem yang akan dilaksanakan atau dioperasionalkan, 
yang terdiri dari sistem manajemen organisasi termasuk sistem manajemen unit-unit pelayanan, system unggulan pelayanan, ariff teknologi peralatan, sistem tarif, serta rencana kinerja dan keuangan.
  2. kajian kebutuhan lahan, bangunan, prasarana, sumber daya manusia, dan peralatan sesuai kriteria klasifikasi Rumah Sakit yang akan didirikan yang meliputi:
    1. Lahan dan bangunan Rumah Sakit harus dalam satu kesatuan lokasi yang saling berhubungan dengan ukuran, luas dan bentuk lahan serta bangunan/ruang mengikuti ketentuan tata ruang daerah setempat yang berlaku.
    2. Rencana cakupan, jenis pelayanan kesehatan, dan fasilitas lain;
      1. Jumlah, spesialisasi, dan kualifikasi sumber daya manusia; dan
      2. Jumlah, jenis, dan spesifikasi peralatan mulai dari peralatan sederhana hingga peralatan canggih.
    3. Persyaratan lokasi meliputi :
      1. Tidak berada di lokasi area berbahaya (di tepi lereng, dekat kaki gunung yang rawan terhadap longsor, dekat anak sungai atau badan air yang dpt mengikis pondasi, dekat dengan jalur patahan aktif/gempa, rawan tsunami, rawan banjir, berada dalam zona topan/badai, dan lain- lain).
      2. Harus tersedia infrastruktur aksesibilitas untuk jalur transportasi.
      3. Ketersediaan utilitas publik mencukupi seperti air bersih, jaringan air kotor, listrik, jalur komunikasi/telepon.
      4. Ketersediaan lahan parkir.
      5. Tidak berada di bawah pengaruh SUTT dan SUTET.
  1. kajian kemampuan pendanaan/pembiayaan yang meliputi:
    1. prakiraan jumlah kebutuhan dana investasi dan sumber pendanaan;
    2. prakiraan pendapatan atau proyeksi pendapatan terhadap prakiraan jumlah kunjungan dan pengisian tempat tidur;
    3. prakiraan biaya atau proyeksi biaya tetap dan biaya tidak tetap terhadap prakiraan sumber daya manusia;
    4. proyeksi arus kas 5 (lima) sampai 10 (sepuluh) tahun; dan
    5. proyeksi laba atau rugi 5 (lima) sampai 10 (sepuluh) tahun.

 

berdasarkan pertimbangan diatas, maka proses penyusunan Studi Kelayakan membutuhkan kualifikasi SDM sebagai berikut :

  1. Team Leader Dokter dengan S2 Perumahsakitan
  2. Ahli Landscape
  3. Ahli Arsitektur
  4. Ahli Geologi
  5. Ahli Kesehatan
  6. Ahli Kesehatan
  7. Ahli Sosial Budaya
  8. Ahli Pengukuran

 

Pada proses pengerjaan studi kelayakan menggunakan metodologi sebagai berikut :

  1. Survey Instansi meliputi :
    1. BPS (Badan Pusat Statistik)
    2. BPN (Badan Pertanahan Nasional)
    3. Dinas Kesehatan Kota/Kab dan Provinsi
    4. Dan institutisi lainnya
  2. Survey Rumah Sakit Existing sekitar meliputi data :
    1. Kunjungan Pasien IGD
    2. Kunjungan Pasien Rawat Inap
    3. Laporan Keuangan Rumah Sakit
    4. Dan data lainnya
  3. Survey Masyarakat meliputi :
    1. Survey Harapan Masyarakat
    2. Survey Kecenderungan Kesehatan Wilayah
    3. Dan jenis survey lainnya
  4. Survey dan Ukur Lokasi meliputi :
    1. Pengukuran Kontour Tanah
    2. Pengukuran Elevasi Tanah
    3. Dan Pengukuran tanah lainnya

 

Proses pembuatan studi kelayakan diharapkan menggunakan kaidah diatas sehingga pembiayaan mengikuti